Sabtu, 30 Juli 2011

Wahana Bermain : LUAS tapi BEKAS

0 komentar
Sore yang cerah itu tampak segerombolan anak-anak sedang asyik bermain di sebuah kolam , sambil mandi dan bersenda gurau. Kolam yang airnya berwarna coklat tersebut bertambah keruh ketika anak-anak itu menceburkan diri mereka ke dalam air. Kecerian mereka tercermin dari senyum dan gelak canda tawa mereka yang tak henti terdengar hingga sore menjelang dan mereka pun bergegas pulang.

Salah satu dari segerombolan anak tersebut bernama Arman. Dia adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun dan masih duduk di kelas 4 SD setempat. Arman sedikit bercerita tentang aktivitas mereka di tempat tersebut. Arman dan teman-teman nya tau dan sadar bahwa tempat yang biasa mereka gunakan sebagai wahana bermain tersebut adalah bekas tambang galian emas yang sudah cukup lama ditinggalkan para penambang. Areal bermain mereka ini sangat luas, bahkan ukurannya lebih dari 10 kali ukuran lapangan sepak bola.

Kalimantan merupakan salah satu pulau yang rentan dengan aktivitas alih fungsi lahan, diantaranya adalah akibat aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan Kota Singkawang merupakan salah satu wilayah yang menjadi korban aktivitas tersebut. Salah satu dampak yang diakibatkan oleh aktivitas PETI itu adalah berupa kubangan-kubangan raksasa membentuk kolam bahkan danau, dan ditinggalkan begitu saja ketika kandungan lahannya dirasa sudah tidak menghasilkan emas lagi, tanpa ada usaha untuk reklamasi ketika meninggalkan lahan tersebut.

Lokasi yang digunakan Arman dan teman-teman nya untuk bermain ini adalah salah satu dari beberapa lokasi aktivitas PETI yang ada di Kota Singkawang, tepatnya di desa Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur. Ada beberapa lokasi lagi di kota Singkawang yang tingkat kerusakannya sudah cukup parah dan belum ada penanganan yang serius dari pemerintah yang terkait untuk menanggulangi masalah ini. Potret masa kecil Arman dan teman-temannya, bermain bersama di wahana yang sangat luas, tapi bekas pertambangan emas tanpa izin.
















Foto dan Teks :
Yohanes Kurnia Irawan
READ FULL POST

Selasa, 03 Mei 2011

Aksi vandalisme, merusak keindahan bentang alam

0 komentar
Menjelang Hari Bumi 22 April...

Sore itu (15/04/2011), segerombolan siswa-siswi sebuah sekolah menengah kejuruan swasta di Kota Singkawang sedang asyik sembari tertawa dan bercanda ria di sekumpulan bongkahan batu di pinggiran pantai disalah satu lokasi favorit hunting landscape di kota itu. Kecerian mereka tercurah dalam coretan-coretan di baju mereka, beragam warna dan tulisan tanpa makna jelas menghiasi lembaran yang mereka coret. Ternyata mereka sedang merayakan hari terakhir mereka menyandang status siswa, sebelum mengikuti ujian nasional. Tak hanya itu saja, mungkin karena sudah kehabisan media untuk berkreativitas, mereka pun beralih menyemprotkan cat aneka warna ke batu-batu yang ada di sekitar mereka. Batu yang semula indah itu, kini sudah tercoreng akibat ulah mereka.


Kejadian ini persis di depan mata saya, hati nurani tak tahan menjerit menatap aksi mereka. Saya mencoba menegur mereka, namun jawaban yang saya peroleh sungguh memerahkan telinga bagi siapapun yang mendengarnya, terutama bagi pecinta alam seperti saya. Sebuah pertanyaan sederhana saya lontarkan kepada mereka, "apakah indah batu-batu itu kalian coret seperti itu...???", dan dengan entengnya mereka menjawab,"tergantung pemandangannya bang....!!!" Tertegun sanubari mendengar jawaban itu, dan jika saja aku waktu itu tidak berfikir panjang, mungkin sayaakan bertindak brutal untuk menghentikan mereka. Namun, saya bukan lah siapa-siapa yang bisa menghentikan perbuatan mereka saat itu. Dengan sadar mereka saya bidik dengan camera saya, biarlah lensa yang mengabadikan perbuatan mereka.

kembali dalam batin saya bertanya, apakah ini yang mereka peroleh dari hasil menimba ilmu di sekolah? Ataukah ini trend peninggalan budaya para pendahulu?
seandainya batu itu adalah saya, tentu saya akan menjerit. berkurang sudah keindahan dan ke alamian bentang alam yang kita dibanggakkan....

Photo & Teks :
Yohanes Kurnia Irawan
READ FULL POST
 

Copyright © Doni Blogs Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger